Himbauan

Gunakan Software Legal atau Pilih Open Source Software

Bayarlah Pajak Tepat Waktu. Ketepatan Anda Membayar Pajak, Menentukan Kelancaran Pembangunan

Info Kerja

PT. GLOSTAR INDONESIA
[ dikirim oleh Disnakertrans ]
Upacara Adat Ngalaksa Tahun 2011 Dibuka Bupati PDF Print E-mail
Written by Administrator   

Event budaya tahunan upacara adat Ngalaksa kembali digelar oleh masyarakat Kecamatan Rancakalong selama seminggu (5-7) Juli di Kampung Wisata Desa Rancakalong Kecamatan Rancakalong. Acara dibuka Bupati Dr. H. Don Murdono, SH, MSi dan dihadiri Ketua dan Anggota DPRD, unsur Muspida, Danyon 301 Prabu Kian santang, Dansubdenpom III/2-1 Sumedang, Sekretaris Daerah dan para Kepala SOPD Kabupaten Sumedang, Muspika Rancakalong, para Kades se-Kecamatan Rancakalong, dan para tokoh masyarakat. Camat Rancakalong, Drs. H. Y. Karyono, MSi dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka melestarikan adat masyarakat Rancakalong sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Sumedang, yakni Sumedang Puseur Budaya Sunda.

 

Ia pun menjelaskan bahwa desa (rurukan) yang menjadi panitia pokok pada upacara adat Ngalaksa kali ini adalah Desa Pamekaran, dimana setiap tahunnya secara bergiliran dilaksanakan oleh lima desa, “Terakhir tahun kemarin adalah giliran Desa Pasirbiru, sedangkan 3 desa lainnya yaitu Desa Rancakalong, Cibunar dan Nagarawangi. Tahun depan rencananya akan dilaksanakan oleh Desa Nagarawangi”.

“Dengan diiringi musik Tarawangsa dan Jentreng, alat musik gesek sejenis rebab dan kecapi, warga membuat laksa (makanan olahan dari tepung beras) untuk dibagikan kepada warga dan tamu undangan pada hari penutupan,” ujar Camat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Drs. H. Dicky Rubiana dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bukan sebatas pertunjukan hiburan masyarakat semata tetapi mengandung makna dan manfaat yang luas dalam usaha pelestarian seni budaya warisan leluhur. “Ngalaksa merupakan budaya daerah yang mengandung nilai luhur bangsa yang sangat perlu dikembangkan guna memperkuat jati diri dan kepribadian bangsa, serta menjadi pendorong program pemerintah dalam segala bidang,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Kadisbudparpora, wujud silaturahmi, gotong royong,  dan persaudaraan sangat tergambar dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. “Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk digali kembali dan diterapkan sebagai dasar dan pedoman untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ketika membuka upacara adat tersebut,  Bupati selaku Pemangku Budaya Kabupaten mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Rancakalong yang sangat antusias menyambut digelarnya pesta rakyat tahunan ini. “Tentunya tujuan dari Ngalaksa ini adalah untuk syukuran dan mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai, khususnya di bidang pertanian. Sudah seberapa jauh keberhasilan para petani di Kecamatan Rancakalong ini,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, dengan ditetapkannya Rancakalong sebagai daerah wisata unggulan Kabupaten Sumedang maka selain event budaya ini, Pemerintah Daerah sekarang ini sedang membangun kompleks rumah adat di kawasan wisata Panenjoan Desa Pasirbiru, “Di kawasan ini para wisatawan yang berkunjung ke Rancakalong bisa beristirahat sambil menyaksikan pertunjukan seni yang disajikan”.

 

Sumber : Bagian Hubungan Masyarakat Setda Kabupaten Sumedang