Himbauan

Gunakan Software Legal atau Pilih Open Source Software

Bayarlah Pajak Tepat Waktu. Ketepatan Anda Membayar Pajak, Menentukan Kelancaran Pembangunan

Info Kerja

PT. GLOSTAR INDONESIA
[ dikirim oleh Disnakertrans ]
Menteri PU Resmikan Pengelakan Sungai Pembangunan Waduk Jatigede PDF Print E-mail
Written by Administrator   

Bupati Don Murdono bersama Ketua DPRD dan unsur Muspida Kabupaten Sumedang menghadiri pengelakan sungai proyek pembangunan Waduk Jatigede oleh Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto di lokasi genangan, Rabu (3/8). Acara dihadiri oleh Anggota DPR RI dan DPD, Dirjen Sumber Daya Air pada Kementerian PU, Konselor Bidang Ekonomi dan Komersial pada Kedubes RRC, Gubernur Jawa Barat, Ketua dan Anggota DPRD Jawa Barat, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, perwakilan Konsorsium Kontraktor Indonesia (CIC), Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Kepala SOPD Kabupaten Sumedang, dan tokoh serta  warga masyarakat lokasi genangan.

Pengaliran aliran Sungai Cimanuk melalui terowongan pengelak (diversion tunnel) dengan panjang 550 m dan tinggi 10 m ini merupakan tanda dimulainya kegiatan penimbunan tubuh bendungan di alur utama Sungai Cimanuk sehingga alur sungai pada lokasi rencana bendungan menjadi kering dan pekerja dapat melakukan penimbunan di bagian palung sungai sebagai bagian yang paling sulit dan beresiko dikerjakan.

“Terowongan pengelak adalah salah satu bagian penting dari bendungan. Tanpa terowongan ini bendungan tidak bisa dibangun. Dengan selesainya terowongan ini kita bisa memulai pekerjaan utama yakni membangun bendungan,” ujar Menteri PU Djoko Kirmanto.

Bendungan tersebut, lanjut Menteri, nantinya akan menjamin tersedianya air bagi irigasi Rentang sekaligus pengendali banjir di sebagian wilayah Pantura yakni Cirebon dan Indramayu, serta untuk penyediaan listrik melalui PLTA, ”Dengan kapasitas tampungan air waduk ± 980 juta m³, bendungan ini akan menjadi yang terbesar ke-dua se-Indonesia setelah Waduk Jatiluhur dengan kapasitas lebih dari 2,5 miliar m³”.

Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang keberadaan bendungan ini dapat pula dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata. “Karenanya perlu mulai dipersiapkan rencana induk pengembangan wisata di daerah ini,” ujarnya. Dengan memperhitungkan laju sedimentasi per tahunnya, diperkirakan usia guna bendungan akan mencapai 50 tahun. Tetapi dengan menjaga kondisi lingkungan  terutama di bagian hulu akan bisa diperpanjang. “Berdasarkan hal tersebut, perlu upaya kegiatan konservasi DAS Cimanauk secara intensif dan sinergis antara berbagai pemangku kepentingan, terutama Kementerian PU, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kabupaten terkait,” ungkap Menteri PU.

Terkait dengan penanganan aspek sosial masyarakat yang terkena dampak pembangunan khususnya mengenai pemindahan penduduk, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten telah menawarkan empat opsi kepada masyarakat, yakni Transmigrasi, Relokasi, Sisipan Pedesaan, dan Swakarsa Mandiri.

“Untuk mewujudkannya, sampai tahun 2010 telah dibebaskan lahan seluas 115 Ha lebih dengan biaya Rp. 21,5 miliar dari APBD yang meliputi lahan di Kecamatan Jatinunggal, Conggeang, dan Ujungjaya. Sedangkan target di tahun 2011 ini sebesar 11,4 Ha. Dengan jumlah tersebut baru bisa memenuhi 46 % dari total kebutuhan lahan yang seluruhnya sebesar 274,79 Ha. Untuk sisanya ± 148 Ha dibutuhkan anggaran Rp. 36 miliar,” imbuh Gubernur.

“Kami berharap pemerintah pusat juga memberikan dkungan penuh melalui sharing dana APBN untuk 2012 ke depan secara proporsional dehingga permasalahan yang ditargetkan selesai 2012 dapat tercapai seluruhnya.

Sumber : Bagian Hubungan Masyarakat Setda Kabupaten Sumedang