Himbauan

Gunakan Software Legal atau Pilih Open Source Software

Bayarlah Pajak Tepat Waktu. Ketepatan Anda Membayar Pajak, Menentukan Kelancaran Pembangunan

Info Kerja

PT. GLOSTAR INDONESIA
[ dikirim oleh Disnakertrans ]
Pemkab Janjikan 7 Poin Revitalisasi Pasar Sumedang PDF Print E-mail

Pemkab Sumedang memastikan tujuh poin yang dapat menenangkan dan membuat nyaman ratusan pedagang pasar yang tergabung dalam Ikatan Kerukunan Warga Pasar (Ikwapa) Sandang dan Ikwapa Inpres, terkait dengan rencana revitalisasi pasar yang akan menggandeng pihak swasta.Tujuh poin tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dedi Ramdan Ruhendi dalam audensi bersama Ikwapa di DPRD Sumedang, Selasa (30/10/2012).

“Dalam merevitalisasi pasar ini, kami pastikan pedagang tidak akan mengalami kerugian, yang ada malah akan semakin untung dan nyaman dalam berjualan, untuk itu pemkab akan memastikan beberapa poin untuk menjadi pegangan para pedagang sehingga program revitalisasi pasar ini berjalan lancar,” kata Dedi.Tujuh poin itu, adalah yang pertama Pemkab akan menghitung nilai uang dari sisa bangunan kios atau los pasar dan nilainya akan dihitung sebagai uang muka pembelian kios atau los baru nanti. Poin kedua adalah Pemkab akan memastikan bahwa bangunan pasar baru nantinya akan menampung seluruh pedagang pasar yang ada saat ini. Ada 1.800 pedagang saat ini di pasar Sumedang, termasuk yang berjualan di kios, Pedagang Kaki Lima dan pedagang di kawasan pasar Panyingkiran.
Poin ketiga adalah Pemkab akan mengutamakan pedagang lama yang mempunyai Surat Izin Mempunyai Kios dan Los atau memiliki Surat Hak Guna Bangunan. “Jika tidak ada surat tersebut maka pemkab tidak akan mengakomodir permintaan kepemilikan kios dan los di bangunan pasar baru nantinya,” kata Dedi.Termasuk, lanjut Dedi, pihak-pihak yang telah membeli kios atau los tanpa mendapatkan surat-surat resmi dari pemilik kios dan los, maka Pemkab tidak akan mengakomidasinya.Poin keempat adalah Pemkab akan menyediakan tempat berjualan sementara selama pasar sedang dibangun. Namun pemkab dan pedagang baru akan mendiskusikannya lokasi tersebut setelah ada penandatanganan kesepakatan bersama pihak pengembang,Poin-poin selanjutnya adalah pemkab akan mengajak Ikwapa untuk berunding tentang harga kios atau los, pemkab akan melibatkan Ikwapa dalam pengawasan revitalisasi pasar, dan pemkab akan memfasilitasi pedagang dalam memperoleh bantuan modal melalui jasa perbankan.Selama ini, sejak muncul akan ada revitalisasi pasar, 1800-an warga pasar sudah menyetujui adanya revitalisasi dengan cara menggandeng pihak ke tiga atau pengembang. Namun, para pedagang khawaitr dengan kondisi tersebut salah satunya mahalnya harga kios atau los.“Kami setuju pasar direvitalisasi asal setelahnya tidak merugikan kami,” kata Somantri, Ketua Ikwapa Sandang yang mengakui kondisi pasar Sumedang baik di zona sandang dan inpres sudah sangat acak-acakan.Selain itu, Ikwapa juga menginginkan semua pedagang baik yang berjualan di kios atau hanya mengandalkan lapak saja, untuk diakomodasi dalam kepemilikan kios nantinya. Pemkab diminta untuk mendata dengan baik berapa jumlah pedagang dan PKL. Setelah didapati data, pemkab akan dibantu Ikwapa untuk mengawasai pertumbuhan PKL di seputar pasar Sumedang.[jul]

sumber : inilahjabar.com